"Website desa dibangun dengan tujuan sebagai media pelayanan publik resmi desa, yang dibangun dan dikelola oleh tim desa setempat. Dengan memanfaatkan website penyelenggaraan pelayanan publik dapat dilakukan secara cepat dan mudah"
Asal usul penamaan Desa Cangkring diyakini diambil dari jenis pohon bernama Cangkring yang dulu pernah ada di desa ini. Menurut cerita tetua desa, Cangkring merupakan jenis pohon Dadap yang memiliki duri. Cangkring (Erythrina fusca) adalah spesies pohon berbunga dalam keluarga kacang-kacangan, Fabaceae. Pohon ini tumbuh di sepanjang sungai dan pantai di daratan Asia beriklim tropis, Oceania, Kepulauan Mascarene, Madagaskar, Afrika, dan Neotropik.
Jenis pohon ini adalah pohon gugur dengan kulit berduri dan bunga oranye terang. Polong legumnya mencapai panjang hingga 20 cm dan mengandung biji coklat gelap. Pohon ini sangat adaptif terhadap lingkungan pesisir yang kadang tergenang banjir.
Seperti halnya spesies lain dalam genus Erythrina, E. fusca mengandung alkaloid yang digunakan secara luas sebagai obat. Tunas dan daun mudanya dapat dikonsumsi sebagai sayuran. Pohon ini banyak dibudidayakan sebagai ornamen dan tanaman pagar, serta merupakan pohon rindang yang umum di perkebunan kakao.
Nama Cangkring banyak digunakan di berbagai desa di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa:
Menariknya, Desa Cangkring memiliki saudara kembar di Venezuela. Bunga dari E. fusca, atau Bucare Anauco dalam bahasa setempat, merupakan bunga resmi bagi Negara Bagian Trujillo, Venezuela. Mengingat aspek historis dan nilai ekonomisnya, sebaiknya pemerintah desa melakukan penanaman kembali pohon Cangkring dan menjadikannya sebagai ikon desa.
Pohon Cangkring
Bendera Trujillo, Venezuela
Pohon Cangkring Gugur